Tata Cara Minum Madu Menurut Islam

Tata Cara Minum Madu Menurut Islam –  Manis, legit dan bikin nagih itulah gambaran yang sering kita rasakan ketika sedang menikmati madu.

Ya, cairan yang berasal dari lebah ini memang mempunyai banyak gemar. Tak hanya orang dewasa saja bahkan anak-anak juga banyak yang menyukai cairan warna coklat keemasan tersebut.

Berbicara mengenai madu, ternyata mengkonsumsi madu merupakan anjuran dari Rasulullah saw. lho sobat. Dijelaskan pula dalam Al-Qur’an apabila madu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ (٦٨)ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٦٩)

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,’ kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl : 68-69)

Bahkan Rasulullah juga memiliki cara yang cukup unik dalam menikmati madu. Cara Rasulullah saat mengkonsumsi madu berbeda dengan kita. Biasanya kita mengkonsumsi madu setelah madu tersebut dicairkan (dipisahkan dengan sarangnya).

Hasil gambar untuk madu

 

Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi Rasulullah . Ketika hendak mengkonsumsi madu beliau mengambil madu kemudian langsung mengulum di dalam mulutnya hingga lumer dan bercampur dengan air liurnya. 

Dikatakan pula apabila madu yang mengandung fruktosa memiliki kandungan nutrisi yang jauh lebih baik. Supaya mudah dicerna dan larut oleh lambung lebih baik saat mengkonsumsi dicampur dengan air liur.

Baca Juga :

Biasanya Rasulullah saw. mengkonsumsi madu saat pagi hari ketika perut dalam keadaan kosong. Selain itu kita juga bisa mengikuti tips kesehatan ala Nabi, dimana Nabi sering makan malam dengan porsi yang sedikit. Dan makan dengan porsi banyak saat siang hari.

Hasil gambar untuk porsi makan rasulullah

Bukan tanpa alasan rupanya kebiasaan Nabi mengkonsumsi madu setiap pagi ini bertujuan untuk menjegak penyakit maag.

Nah, perlu anda ketahui pula meskipun dalam Al-Qur’an dan hadist menganjurkan untuk mengkonsumsi madu, namun ternyata ada kalanya dimana kita tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi madu. Dan berikut adalah penjelasannya.

1. Mempunyai riwayat alergi dengan tanaman tertentu

Gambar terkait

Sebelum mengkonsumsi madu, anda harus benar-benar memastikan jika madu yang henda dikonsumsi tersebut tidak berasal dari tanaman itu.

Baca Juga : Habbat Plus Obat Herbal Untuk Kanker

2. Mereka yang alergi dengan sengatan lebah

Hasil gambar untuk alergi dengansengatan lebah

Meski terlihat sederhana rupanya dalam hal ini anda harus lebih berhati-hati ketika menggunkan produk dari lebah seperti royal jelly atau propilis.

Baca Juga : Atasi Gejala Anemia dengan Madu Ummi

3. Bayi yang usianya dibawah satu tahun

Himbauan untuk tidak memberikan madu pada bayi yang usianya dibawah satu tahun ini dikarenakan pada usia tersebut kemungkinan besar bayi bisa mengalami yang namnya botulisme. Botulisme merupakan keracunan yang disebabkan oleh bakteri Clostridium bolinum.

Baca Juga : Madu Manis Al-Barqy

Tingkatkan Tenaga dan Stamina Tubuh dengan Madu Ummi